Maladaptive Daydreaming

Apa itu maladaptive daydreaming? Tidak banyak yang tahu soal istilah ini, bahkan saya baru mendengarnya sekarang. Maladaptive daydreaming (MD) adalah sebuah kondisi dimana seseorang terjebak dalam fantasinya sendiri. Seseorang dapat melamun berjam-jam setiap harinya. Mereka candu dengan dunia khayal sendiri, membuat sebuah cerita yang membuat mereka nyaman ada di dalamnya, mebuat tokoh hasil rekaan imajinasi sendiri. Pengidap MD bisa menangis, tertawa, berlarian sendiri atau berbicara sendiri ketika mereka melamun.

Apa yang membedakan MD dengan skizofrenia? Ini yang menarik jika pengidap skizofrenia benar-benar tidak bisa membedakan mana yang fantasi dAn mana yang nyata, dan mereka menganggap semua yang mereka khayalkan adalah kenyatan maka berbedda dengan pengidap MD yang menyadari bahwa tokoh yang mereka ciptakan adalah khayalan semata. Pengidap MD umumnya akan merasa malu jika mereka ketahuan sedang berbicara sendiri. Pengidap MD hidup normal seperti manusia lainnya hanya saja mereka tidak bisa terlepas dari fantasi yang mereka ciptakan.

Eli Somer adalah orang yang pertama kali memperkenalkan istilah ini. Psikolog asal Israel ini mengungkapkan tentang Maladaptive Daydreaming (DM) dalam bukunya Journal of Contemporary Psychotherapy Β pada pembahasan Maladaptive Daydreaming: A Qualitative Inquiry.

Pembahasan ini merupakan catatan penelitiannya terhadap 6 orang pasien. Berdasarkan hasil penelitiaanya maka Eli menyimpulkan bahwa MD disebabkan adanya trauma masa kecil, akan tetapi kesimpulan ini bisa saja dibantah karena tidak semua orang yang mengidap MD mengalami trauma masa kecil. Mereka yang mngidap MD umumnya menderita depresi atau merasa kesepian.

Seseorang yang mengidap MD seperti menghipnotis dirinya sendiri. Mereka mengunci diri di kamar, menutup mata, berbaring, mendengarkan musik lalu mulai melamun. Mereka bisa melamunkan apa saja melamunkan suasana seirama dengan alunan musik. Ketika mereka mendengarkan musik sedih bisa saja mereka menangis dan melamnkan saudaranya meninggal. Ketika mendengarkan musik riang bisa saja mereka tersenyum sendiri melamunkan mereka sedng mendapat kebahagiaan. Tetpi sekali lagi mereka sadar bahwa apa yang mereka lamunkan tidak terjadi, tetapi mereka benar-benar menikmati dunia lamunan mereka.

Cerita dalam lamunan mereka bisa berjangka panjang dan meluas selama bertahun-tahun, kebnyakan para pengidap MD mengakui bahwa mereka mulai melamun ketika mereka masih kanak-kanak dan lamunan tersebut berlanjut sampai mereka dewasa. Lamunan ini berlanjut karena merka mengalami trauma yang menyebabkan mereka melarikan diri dari dunia nyata dan menciptakan dunia dalam pikiran mereka sendiri. Bagi sebagin MD terjadi karena imajinasi yang berlebihan sehingga adanya fantasi yang berkepanjangan. Pada sebagian lagi, MD terjadi karena tidak adanya lingkungan yang mendukung mereka sehingga mereka menciptakan lingkungan yang bisa mendukung mereka. MD tidak selalu mulai muncul ketika anak-anak, ada yang mengakui MD muncul ketika sudah dewasa, hal ini disebabkan karena hidup individu yang sederhana (tidak ada tantangan) dan individu merasa bosan.

Sebagian orang yang baru mendengar istilah ini tentu saja akan menganggap bahwa pembahasan ini muluk dan hanya mengada-ada tapi orang-orang yang mengidap MD menyadari betul bahwa ini adalah gangguan serius dan memerlukan perhatian dan pertolongan psikologis.

Hal apa saja yang dapat memicu MD?

Seperti yang telah dijelaskan di atas hal-hal kecilpun dapat memicu pengidap MD untuk melamun sangat lama. Musik, film, novel, apapun itu bisa mereka fantasikan secara luas.

Apa dampak yang ditimbulkan dari MD?

  1. Tentu saja kurangnya kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan luar karena penderita MD terlalu asik dengan dunianya sendiri.
  1. Kurang fokus. Bagaimana bisa fokus jika ketika sedang belajar saja mereka bisa melamun?
  1. Dampak positifnya beberapa pengidap MD merasa dengan banyak melamun mereka lebih kreatif lebih bisa menjalani hidup dengan optimis sesuai dengan apa yang mereka lamunkan.

Apakah MD bisa sembuh?

Dr. Cynthia Schupak dan Dr. Eli Somer mengatakan bahwa sampai saat ini penyebab MD masih belum diketahui secara pasti dan sampai sekarang belum ditemukan pengobatan atau terapi yang tepat untuk menyembuhkan MD.

Apakah kamu sering berbicara sendiri dan kamu sadar akan hal itu?

Apakah kamu sering menangis tanpa sebab ketika sendirian?

Apakah kamu sering tertawa sendiri dan malu ketika ada orang yang melihat kamu?

Hati-hati mungkin kamu mengidap MD, Mei.

Jurnal penelitian Eli Somer tentang MD bisa dibaca di sini

2002Malaptdaydr.contemp.psych

Tentang pengidap MD bisa ditonton juga di sini

Sumber:

http://wildminds.ning.com/profiles/blogs/official-maladaptive

Iklan

40 pemikiran pada “Maladaptive Daydreaming

  1. Saya benar” mengalami ini semua, ada bhagia kadang juga sedih saat sadar. Tapi itu gak bisa saya hentikan. Itu benar benar membuat saya senang. 😟 ketika beraktivitas mun kadang saya selalu menghubung”kan.

    Suka

  2. Tidak ada yg lebih menyenangkan dari berkhayal.. Di pikiran saya terasa seperti ada yg menarik saya di suatu tempat yg di penuhi oleh naga. dan dunia tersebut berkata bahwa akan muncul kesatria yg akan mengalahkan mereka.. Hahaha.. Setiap dengerin musik pasti saya membayangkan hal itu. Entahlah saya tidak bisa mengklaim bahwa saya mengidap MD. Tetapi itulah yg terjadi.

    Suka

  3. Saya sepertinya MD. Saya mendiagnosa diri saya selama ini. Saya sering berimajinasi disakiti suami saya karna dulu saat pacaran saya sering dibohongi dan dia selalu lbh marah saat ketahuan bohong. Sampai akhirnya saya ngeblok pikiran saya. Saya sebenarnya belajar mengenai kesehatan mental, dan saya merasa saya mengalami gangguan mental karna masa lalu saya. Tapi saya selalu memungkiri itu seolah saya baik baik saja.

    Suka

  4. Saya juga sering berimajinasi dan terkadang suka gg terkontrol saya mulai tertawa menangis kadang2 bicara sendiri ini membuat saya merasa aneh tapi saya nyaman dgn hal itu saya juga jadi malas bersosialisasi .
    Dan ini membuat saya sedikit terganggu kalau lagi berkumpul dengan teman .

    Suka

  5. Saya baru mengenal istilah ini.
    Saya gak tau apa sy termasuk dalam kategori md atau gak. Tapi sy lg ngerasa kosong, krn temen sy akhir2 ini jarang muncul.
    Temen sy ini memang unik, cuma sy aja yg liat. Krn memang sy yg menciptakan karakter dia.
    Kami berinteraksi layaknya orang kebanyakan, ya ngobrol, ya ketawa bareng, kadang sy yg suka nangis didepan dia. Sy memang agak susah dalam menyalurkan emosi, tapi klo didepan teman sy ini, emosi terasa lancar keluar. Dia ibarat reaktor dalam suatu reaksi kimia.
    Anehnya, kenapa akhir2 ini sy agak susah untuk manggil dia. Padahal kan dia cuma imajinasi sy. Dan sekarang ngerasa kosong krn hal ini..
    Maaf klo jadi curhat.. heeuu

    Suka

    • Apa yg anda alami sama seperti yg saya alami. Saya sering mengunci diri dikamar dan mulai membayangkan hal hal yg menarik. Saya juga sering berbicara bahkan menangis. Dan hanya pada tmn saya. Sama seperti Anda. Saya juga menciptakan teman sendiri dan mempercayai bahwa dia selalu mendengarkan omongan saya. Padahal dia cuma imajinasi yg kita buat. Tapi saya juga merasakan hal sama dengan Anda. Akhir” ini saya juga kesulitan memanggilnya. Dan itu sangat membuat saya sedih

      Suka

  6. mba… emngnya obatnya bnar bnar gda mba… bahkan saya bnar bnar harus menyediakan wktu yang berjam jam untuk menyendiri membayangkn sesuatu yg saya inginkan…. v saya takut ini akan menggangu aktifitas sya mba… sedangkan sya tdak bisa terlepas dari itu.. saya seperti udah nyaman… bhkan sehari tidak mnyendiri melamunkan sesuatu bagi saya itu berasa ada yang kurang mba…. mohon solusinya mba…

    Suka

    • Sya pun begitu ,kalo saya sudah melihat sesuatu yang interesting my imajinasi akan work dan saya butuh waktu untuk finishing imajinasi itu , cukup begitu saja karna semakin sulit bahasa indonesia saya

      Suka

  7. mba ismimei terimakasih atas postingan mba mengenai MD, saya gak bener-bener yakin kalo saya penderita MD tapi dari penjelasan diatas sepertinya saya penderita MD. Dan kalo saya boleh curhat saya sering berbicara sendiri dikamar/ketika rumah sedang sepi, mengenai apa yang saya bicarakan sendirian itu terlintas begitu saja di pikiran saya, saya benar-benar tau bahwa apa yang saya bicarakan adalah khayalan belaka bahka setelah saya berbicara sendiri saya sadar bahwa yang saya lakukan adalah hal bodoh tapi tetap saya lakukan.

    “Pengidap MD bisa menangis, tertawa, berlarian sendiri atau berbicara sendiri ketika mereka melamun.” lebih tepatnya ketika saya sendirian

    Disukai oleh 1 orang

  8. sepertinya saya juga terkena md. dari kecil saya suka mendengar musik, dan setiap kali mendengar musik saya selalu berkhayal tentang apa saja. Dan biasanya saya menjadi pemeran utama dalam khayalan itu. saya tidak suka bersosialisasi, lebih senang mengunci diri di dalam kamar, sambil mendengar musik dan berkhayal. terkadang saya juga memvisualisasikan khayalan saya dengan gerakan. misalnya ketika saya sedang mengkhayal menjadi guru, saya melakukan gerakan seolah-olah sedang menulis di papan tulis, dan juga bergumam seolah-olah mengajar.

    apa hal seperti ini bisa disembuhkan?
    apa yang menyebabkan seseorang terkena md?

    saya ingat dulu saya sering diejek oleh teman sekolah. mereka sering menganggap saya cewek kuper, jelek, gak gaul, ketinggalan jaman, gaptek, dsb. apakah itu juga menjadi penyebabnya?

    mungkinkah saya sedang lari dari dunia nyata yang tidak bisa menerima saya apa adanya, sehingga saya menciptakan dunia saya sendiri?

    Suka

  9. Berdasar pengalaman,seorang bisa MD karena,,,,
    -Tidak percaya diri
    -tidak terima kenyataan
    -sulit bersosialisasi/malas bersosialisasi
    -Harapan yg tidak sesuai keadaan
    -pemalas
    -sok idealis soal cinta dan kehidupan
    -penasaran dengan masa depannya
    -Terbawa perasaan saat menikmati tontonan/bacaan/musik karena berjiwa melo.
    -Rekreasi yang murah dan praktis.

    Kehidupan itu tidak semanis lagu2 cinta,tidak setragis cerita sinetron,dan tidak segetir novel sedih.Kenyataan sepahit apapun pada akhirnya akan lebih indah ketimbang cerita fiktif mahakarya seniman manapun.

    Suka

  10. kayaknya saya pnderita md , dari kecil saya suka mengkhayal lalu bicara sndiri kadang senyum sndiri , saya juga sadar klo khayalan saya tidak nyata pernah juga ketauan
    lalu klo lg dengerin lagu kadang saya mengkhayal juga
    tpi ini ganggu banget pas lg blajar soal ny suka khayal sndiri

    Suka

  11. Bener banget nih, saya kaya gini. Imajinasinya kaya gak bisa dikendaliin. Kalo lagi lengah dikit atau bosen dikit muncul imajinasinya, sampe ngomong sendiri, tapi saya tetep sadar kalo itu cuman ada difikiran aja.

    Suka

  12. kak, bagus banget postingannya, nambah ilmu banget buat aku. oh iya aku copy beberapa boleh kak ? nantinya mau aku post di tumblr aku ; fyakashichan.tumblr.com aku pake cr nya juga kok+thanks to ^^ makasih kak!~

    Suka

  13. kak, kalau denger musik sambil berkhayal gitu setiap hari itu termasuk MD atau gak ? .___. kadang kalau di tempat umum aku suka melamun sambil mengkhayal gitu, dan mengkhayal nya yang berkepanjangan, aku suka berkhayal gini tuh udah dari kecil(?) sampe sekarang kira kira itu MD atau bukan ?

    Suka

  14. positif ini gua lol, i spent many hours just for daydreaming. but i dont think its a mental disorder cause i still be able to control myself.

    Suka

  15. Apa ini termasuk kelainan? Baru tahu kalo ada yg semacam ini. BTW kalo saya kadang mengkhayalnya gak perlu sambil pejam mata atau tiduran, asal sendirian di kamar bisa mengkhayal sambil main main laptop atau semacamnya, dan bisa sampai ngomong dan ketawa sendiri juga… Apa ini masih masuk dalam MD?

    Suka

    • Saya gak tahu pasti, hmm saya juga tahu pas googling aja sih sebenernya soalnya di bangku kuliah saya gak belajar tntang ini :). Saya saranin kamu buat ketemu Psikolog aja..

      Suka

    • Maaf penjelasan anda kurang jelas. Soalnya yang paling mencirikan MD itu bukan hanya sekadar sering melamun atau ketawa/bicara sendiri tapi jenis lamunannya. Karena siapa saja bisa sering melamun atau bicara sendiri. Malahan pengidap MD gak selalu bicara sendiri, malah menurut saya jarang (atau bukan ciri utama, jadi sangat bisa diabaikan). Saya sendiri pengidap MD dan bisa dibilang bisa menjabarkan seperti apa MD itu

      Suka

      • Tulisan di atas saya sarikan dari jurnal yang ditulis Eli Somer. Kalo boleh, bisa sharing bagaimana ciri-ciri MD menurut pengalaman mas? Terimakasih πŸ™‚

        Suka

      • Mohon jelaskan mas saya sangat ingin tau karna saya mengalami hal yg sama. Saya sering berhayal sblum tdur. Dan itu tanpa bicara. Hanya main perasaan dan pasti berefek airmata tanpa suara.

        Suka

  16. Terima kasih penjelasannya. Saya pengidap MD, itu pun baru saya ketahui ada istilah dan penjelasan dalam ilmu psikologinya. Selama ini saya selalu terkurung dalam imajinasi, tiap siang tertawa bahagia, tiap malam menangis tersedu-sedu. Dan, ya, hampir waktu saya 24 jam habis untuk melamun. Tapi saya tau itu tidak nyata, hanya khayalan. Saya berharap dapat sembuh, semakin saya ingin sembuh, semakin saya banyak berkhayal. Mudah2an kelak ada terapinya. :’D

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s