Mencari Jurnal Internasional Gratis Lewat DOI

Ceritanya, mencari jurnal biar kelihatan mahasiswa yang lagi ngerjain skripsinya, haha.

Terakhir edan-edanan cari jurnal pas kuliah Statistika 2, dosen memberikan tugas mencari jurnal Statistika, bahasa Inggris. Bayangin gais, Statistika, udah gitu pakai bahasa Inggris –_-, Saya belajar statistika pakai bahasa Indonesia aja harus ngulang dua kali. Nah, setelah itu, saya jarang mencari jurnal. Kecuali kalau lagi cari tahu sesuatu aja. Pas Metodologi Penelitian 3, mulai tuh cari-cari jurnal lagi. Dulu, paling saya cuma mengandalkan e-resources Perpusnas, itupun cuma ada beberapa yang bisa di-download selanjutnya cuma bisa download abstrak-abstraknya aja. Kata temen saya sih, di Perpusnas bisa download semuanya yang kita pengen, gak tahu deh kenapa saya kalau mau download cuma dapat abstraknya aja. Saya yang gaptek kali.

Baca lebih lanjut

Iklan

Kajian Pra Nikah: Mencintaimu Butuh Ilmu (Ust. Ahmad Sarwat)

Nikah itu sebenarnya tidak usah kebanyakan teori, jurus dan gaya. Jalani saja dulu, gak usah bingung-bingung. Kebanyakan teori puyeng, nanti.

Kajian kali ini, cukup banyak yang dibahas tapi ya gitu gantung-gantung. Butuh referensi lanjutan. Fyi, aja sih.

Saya nulis judulnya ngakak, Haha.

Akad nikah sebetulnya buka antara calon suami dan calon istri, tetapi antara calon suami dan bapak/wali Perempuan.

Akad nikah itu tidak akan terjadi jika tidak ada 5 hal:

  • Calon Suami
  • Calon istri
  • Wali
  • Ijab Qobul
  • Saksi

TENTANG MAHAR (MAS KAWIN)

Sedangkan mas kawin bukan rukun, tapi hak wanita yang wajib terpenuhi. Sedangkan sebaik-baiknya mas kawin (mahar) adalah mas kawin yang disukai istri, kalau dia maunya seperangkat alat sholat ya jangan dipaksa mau dikasih rumah :D.

Tapi banyak ustadz yang mengambil hadits sepotong-sepotong ada hadits begini “Sebaik-baiknya mahar adalah yang paling sedikit”, sedangkan hadits itu berkaitan dengan mahal yang lain. Mahar yang paling sedikit (Murah) itu menurut standar siapa?

Emang ada sih, zaman dulu sahabat yang nikah Cuma pakai cincin besi doang, tapi itu sifatnya kasuistik. Jangan sifat yang kasuistik ini dipakai secara umum. Semurah-murahnya mahar Rasululloh itu kan kata Aisyah 500 Dirham. Masa mitsaqan ghalidza Cuma pakai seperangkat alat sholat? Murah amat. Gak salah sih, karena budaya di Indonesia memang seperti itu, ya sudah.

Mahar itu sebenarnya bisa dicicil. Dan gak masalah, jika suatu hari nanti misal si istri mengikhlaskan cicilan mahar tersebut dan menganggap lunas jika suami mengalami kesulitan dalam pelunasan mahar tersebut. Tapi di Indonesia gak lazim jika mahar dicicil. Baca lebih lanjut

Kajian Pra Nikah: Pola Asuh Berdasarkan Usia (Ust. Budi Darmawan) #NulisSkripsi

Perilaku satu anak diperoleh melalui proses belajar. Mereka belajar melalui pengalaman apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar.

Seorang ustadz, seorang kepala sekolah, seorang Psikolog, tidak menjamin dapat mendidik anaknya lebih baik daripada orang lain. Yang dapat menjamin pendidikan seorang anak adalah, apakah orang tuanya mendidik anak tersebut under control atau lost control.

Oleh karena itu Islam memiliki sarana-sarana untuk mendidik anak, sarana ini ada 5

  1. Al-Qudwah: Jangan mengharapkan anak meneladi Rasululloh jika kita juga tidak bisa menjadi teladan dalam meneladani Rasululloh. Penasehat terbaik adalah orang yang menasehati dengan perilaku.
  2. Al- aadah: Penguatan
  3. Al-Mulahadzoh: Pengawasan/Kontrol
  4. An-nasihat: Nasehat
  5. Al-uqubah: Hukuman

Urutan ini tidak boleh terbalik, harus selalumenasehati dulu, jangan langsung menghukum, anak salah, belum diberi contoh, belum dinasehati, malah langsung menghukum.

Dari 5 sarana ini, yang paling penting adalah al-mulahadzoh (Pengawasan). Maka yang paling penting bukan sehebat apa imu kita, tapi pastikan quality control pendidikan anak terjaga dengan baik. Baca lebih lanjut

Kajian Pra Nikah: Pendidikan Anak dalam Islam (Ust. Bendri Jaisurrahman) #NulisSkripsi

Orang tua yang tak belajar bagaimana menjadi orang tua sejatinya sedang mempersiapkan  kehancuran keturunannya karena tak mau memahami bagaimana tangggung jawab dan perannya.

Seperti biasa, videonya Saya simpan d bawah, ya.

Bagaimana cara mempersiapkan anak remaja?

Remaja ada dua kategori

  1. Anak yang bergantung pada orang tua, segala sesuatu apa kata ibu, dia tidak bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Itu lah yang banyak terjadi pada anak-anak sekarang  di mana dia tidak memiliki otoritas terhadap dirinya. Sehinngga jadilah anak-anak yang terombang-ambing, anak-anak yang tidak bisa mengatakan tidak pada sesuatu yang bertentangan dengan akalnya.
  2. Yang ke dua, anak yang terlalu mandiri bahkan cenderung melawan, selalu beda dengan orang tuanya

Dua kategori ini, terjadi karena kesalahan pengasuhan orang tua.

Anak yang pertama sepertinya taat, tapi tidak memiliki otoritas, bahkan nanti ketika dewasa bahkan menikah dia tidak bisa menjalankan roda “pemerintahan” dalam keluarga karena intervensi ayah dan ibunya.

Sedangkan anak yang ke dua terlalu liar, tidak bisa diatur, tidak bisa dicegah. Baca lebih lanjut

Kajian Pra Nikah: Manajemen Konflik Rumah Tangga (Ust. Hilman Rosyad (Alm))

Sebenarnya di kajian ini, gak bahas konflik banget sih, lebih ke tindakan preventif sebelum nikah itu kemungkinannya ada apa aja, ya kira-kira nikah tuh bakal gini loh yang terjadi. Eh ternyata metode penyampaian Ust. Hilman asyik ya, anak muda banget. Jadi kangen, padahal semasa hidup belum pernah bertemu beliau :((. Ya Allah

Sangat Saya rekomendasikan untuk nonton videonya langsung, meskipun poin-poin pentingnya (InsyaAllah) sudah saya tulis di bawah. Ngomong-ngomong ini kajian lanjutan sebenarnya kajian pertama dari Ust. Fauzil Adhim belum saya tulis, lelah uy materinya 2 jam. Berasa verbatim pas praktikum wawancara.

Ketika mencari pasangan

  • Hal pertama seiman. Gak usah lah cari-cari yang beda agama. Susah.
  • Sekeyakinan. Yakin dia juga mau sama kamu :D. Caranya bagaimana kalau mau sama-sama berkeyakinan. Ada 3B:
  •  Berdo’a, karena bagaimanapun jodoh itu bagian dari takdir.
  • Berusaha artinya memataskan diri untuk menikah. Mau nikah tapi gak mau memantaskan diri ya susah, atuh. Menikah itu ibadah yang melibatkan banyak pihak. Orang tua, calon besan, keluarga besar. Nah, tapi memantaskan diri ini sangat subyektif. Kalau perempuan misal berpenampilan rapi, bertanggung jawab  menyelesaikan kuliah tepat waktu (Kalau terlanjut gak tepat waktu, bisa nebus dosa gak sih? :))

Baca lebih lanjut

Kajian Pra Nikah: Jika Cinta, Segerakan atau Relakan (Ust. Hanan Attaki)

Ini ringkasan kajian ke dua. Nanti videonya Saya simpan di bawah, ya.

Ternyata metode ceramahnya ust. Hanan banyak menceritakan kisah-kisah ya. Ntah kisah sahabat, kisah masa lalu, atau kisah pribadi atau teman dan keluarganya. Terus pas ditarik sarinya yang tinggal segini. kalau mau lebih lengkap sekalian dengerin kisah-kisah banyak hikmah, sila nonton videonya saja. Sebenarnya materinya gak nyambung sama judul, tapi ya orang Ust. Hanan ceramahnya begitu.

  1. Pasangan itu adalah takdir Allah

Seberapa sering kita menghadiri pernikahan? Sebulan sekali? Seminggu sekali?

Pernah menghadiri pengadilan perceraian? Belum pernah?

Itu membuktikan rahmat Allah lebih luas. Lebih banyak yang menikah daripada yang cerai.

يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (Qs: Annisa:1) Baca lebih lanjut

Kajian Pra Nikah: Single Lillah to Couple Lillah (Ust. Muhsinin Fauzi)

Ini materinya  Saya ambil dari materi Sekolah Pra Nikah. Video lengkapnya nanti saya simpan di bawah, ya.

Saya bingung ini mau ringkasnya bagaimana. Mau narasi atau per poin. Per poin aja deh ya, kalau mau lebih lengkap sila nonton videonya sambil nyuci, kan latihan mau jadi istri-idaman-kecintaan-suami-kesayangan-mertua. *uhuk

PROLOG

  • Hal yang paling penting ketika mengikuti kajian pra nikah adalah implementasinya, betul?
  • Tidak ada cinta sebelum pelaminan, karena jika ada cinta sebelum pelaminan maka kemungkinannya ada dua:  Kau menikahi yang tidak kaucintai, dan mencintai yang tidak kaunikahi. Pastikan kau mencintai orang yang kaunikahi. Insyaallah.

Harus diwaspadai pada generasi Y:

  • Tidak mau berproses, mau yang instan
  • Kurang rasa tanggung jawab. Ada yang takut menikah karena takut tidak mampu, seharusnya menikah menimbulkan rasa tentram.
  • Hatinya terluka. Pernah ada cinta dalam hatinya. Harus dibersihkan sebelum nikah
  • Pernikahan tanpa persiapan, ibarat renang tanpa latihan. Tapi, persiapan yang berlebihan membuat kau tidak menikmati kolam renang.  Ada hubungan antara pendidikan yang tinggi dan kecepatan menikah, semakin tinggi dan semakin cerdas, makan semakin memiliki peluang untuk lama. Banyak pertimbangan, banyak mikir plus minus.
  • Pemahaman terhadap pernikahan berdampak pada pengambilan keputusan untuk menikah. Terlalu memperumit atau terlalu menyederhanakan, tidak baik.

Baca lebih lanjut