Masuk Semester XI

Sudah gak ngerti lagi dengan sistem administrasi yang ada di kampus kesayangan sehingga menyebabkan kerugian di pihak Saya.
Saya yang tidak tahu menahu asal mula kejadian ini tiba-tiba kena getahnya. Kronologi kejadian seperti ini.

Juni 2015
Saya melakukan pembayaran SPP untuk semester 9. Ya, semester 9 karena saya tidak yakin akan lulus tepat waktu atau bisa sidang bulan Agustus 2015.

Juli 2015
Saya melaksanakan Sidang Komprehensif dimana PROSES PENDAFTARAN dilakukan di TU Fakultas BUKAN di Rektorat (Al-Jami’ah), sedangkan urusan saya dengan Al-Jami’ah pada bulan Juli hanya ketika saya mengambil surat keterangan lunas SPP sampai semester 8 yang prosesnya hanya 5 menit saja.
Saya datang dengan beberapa teman, kira-kira berdelapan orang kami ke sana. Pada periode ini, terdapat sekitar 50 Mahasiswa Psikologi yang melaksanakan sidang Komprehensif.

September 2015
Saya dipanggil pihak TU Fakultas, karena nama saya ada di daftar wisudawan periode September 2015. Saya menjelaskan tidak pernah melakukan pendaftaran apapun, terutama pada bulan September, saya belum melakukan Ujian Proposal apalagi sidang Munaqosah. Logikanya, saya tidak akan bisa daftar wisuda tanpa surat keterangan lulus dari fakultas, tanpa bayar ke bank, tanpa berkas-berkas lainnya yang memang saya tidak punya. Saya pikir sampai di situ masalah sudah clear “Oh nama saya Cuma nyelip aja, gak ada masalah apa-apa”.

Oktober 2015
Saya melaksanakan sidang Ujian Proposal yang seluruh prosesnya dari mulai pembayaran hingga pendaftaran dilaksanakan di TU Fakultas.

Agustus 2015 – Januari 2016
Saya tidak melakukan kontak apapun dengan Al-Jami’ah karena memang saya tidak mempunyai urusan sama sekali.

Februari 2016
Saya membayar SPP kembali untuk semester 10, karena Saya melakukan pembayaran di luar jadwal yang ditentukan Saya membayar SPP manuallangsung ke Bank. Karena sistem KRS Online sudah diblok, maka saya harus mengambil KRS Manual di Al-Jami’ah. Nah, Saya tahu status saya bermasalah ketika di sini. Saya mengambil KRS manual bersama beberapa teman. Ketika NIM teman saya dicari oleh petugas KRS mereka langsung muncul dan dapat di-print, tapi, ketika NIM saya diketik data saya tidak ditemukan. Saya disuruh kebagian akademik pada keesokan hari. Besoknya saya menghadap bagian akademik, saya ceritakan kronologi kejadian blablabla, akhirnya KRS saya bisa diproses secara manual. Intinya nama saya diketik secara manual karena tidak ditemukan otomatis oleh sistem. Dari situ oke lah ya, gak ada masalah apa-apa.

Juni 2016
Atas saran pihak Fakultas, jika tidak yakin sidang bulan Agustus maka mahasiswa harus membayar SPP. Saya ikuti saran tersebut, toh pengalaman semester sebelumnya jika telat membayar SPP, saya malas ke Al-Jami’ah selalu diping-pong kesana-kemari.
Saya membayar SPP hari Jum’at. Saya mencoba membayar lewat ATM, namun transaksi gagal terus. Pikir saya mungkin sistem gangguan. Saya putuskan untuk membayar secara manual melalui teller. Saya pegang dua resi, punya saya dan teman saya. Transaksi teman saya berhasil, sedangkan pembayaran SPP saya ditolak sistem, kata teller terdapat keterangan “Tagihan sudah dilunasi”.
 
Siang itu juga saya menghadap bagian akademik di Al-jami’ah. Cerita saya tidak yakin sidang Agustus, Saya mau bayar SPP semester 11, tapi pembayaran saya ditolak sistem bank. Pihak Al-jami’ah malah balik nanya “Kok bisa?” ya mana saya tahu -_-. Saya ceritakan kembali tentang nama saya yang dulu nyelip jadi wisudawan padahal saya masih mahasiswa aktif, belum lulus. Terus mereka langsung bilang “Oh mahasiswa Psikologi ya?”
Percakapan selanjutnya gini
Saya : Nah itu bapak tahu!
Akademik : Iya, kamu dulu salah nulis, jadi tercantum jadi wisudawan.
Saya : Hah, salah nulis pak? Nulis apa? Saya gak pernah ada urusan di sini.
Akademik : Kamu pernah ngapain kesini?
Saya : Paling waktu minta surat keterangan lunas aja pak, waktu sidang komprehensif!
Akademik : Nah itu, kamu harusnya nulis di buku sidang komprehensif, ini malah di buku daftar wisuda!
Saya : Loh pak, saya kan Kompre bulan Juli, sedangkan wisuda itu September. Masa iya saya salah nulis?
Akademik : Iya, pokoknya  kamu salah nulis!
Saya : *diam* -dalam hati : Apa saya sebodoh itu gitu ya, diantara 50 orang yang daftar kompre bulan Juli Cuma saya aja yang salah nulis terus bulan September bisa terdaftar jadi wisudawan. Juli sampai September bukan waktu yang sebentar loh!-
Saya : Yaudah pak, terus gimana ini jadinya? Saya mau bayar SPP. Kan saya harus tetap KRS-an meskipun tinggal skripsi aja.
Akademik : Ini kamu tinggal skripsi aja kan, udah gak ada kuliah? Udah aja kalau gitu mah sidang aja Agustus. Biar gak usah bayar lagi!
Saya : Loh pak kalau saya gak sidang bulan Agustus gimana dong? Kalau gak KRS-an nanti status saya mahasiswa non-aktif.
Akademik : Yaudah kalau kamu gak jadi sidang Agustus. Bayar SPP-nya nanti aja Agustus!
Saya : Ih bapak serius, beneran gak bakal ada apa-apa? Kalau ada apa-apa saya gak mau tahu ya. Nama saya Ismi pak, mahasiswa Psikologi.
Akademik : Iya, nanti Senin kesini aja lagi, ini sistemnya gangguan gak bisa dicek.
Saya : Iya pak terimakasih!
 
Dannnn hari ini saya masih galau, eh tapi enggak deh ada Allah yang bantu. Ramadhan berkah!
Pelajaran sekaligus pertanyaan yang sampai bangun tidur saya pikirkan adalah:
1. Jika kesalahan saya adalah hanya “salah nulis”, saya pikir betapa enaknya jadi mahasiswa di Universitas ini, untuk daftar wisuda gak perlu daftar ke bank, gak perlu ada Surat Keterangan Lulus, gak perlu ada transkip nilai. Cuma butuh kejadian “Salah Nulis” agar kamu bisa jadi wisudawan.
2. Pencabutan nama saya dari seluruh sistem data di Universitas, baik sistem  data Bank atau sistem data kemahasiswaan. Merupakan tindakan yang euuu saya gak tahu harus ngomong apalagi. Ketika ada verifikasi dari Fakultas bahwa nama Ismi Meilasari itu belum lulus dan tidak terdaftar sebagai wisudawan Fakultas Psikologi, apakah pihak Al-Jami’ah tidak bisa mengecek ulang kembali, kan ada verifikasi berkas. Saya tahu mahasiswa yang diurus Al-Jami’ah itu jumlahnya ribuan, dan Saya gak mau dibilang manja mau diprioritaskan. Tapi atuhlahhh -_-
3. Ketika hari ini saya menyadari bahwa nama saya sudah tidak terdaftar sebagai Mahasiswa yang bisa membayar SPP, yang jadi pertanyaannya SPP saya ketika semester kemarin itu kemana ya? Logikanya jika NIM otomatis terdeteksi sistem maka sistem langsung membaca oh NIM xxxx sudah melakukan pembayaran. Nah, untuk kasus saya bagaimana itu ditagihan bank juga keterangannya “Tagihan sudah dilunasi”, terus saya bayar apa?. Saya pikir masalah ini sudah diperbaiki ketika pihak fakultas memverifikasi, dan ketika saya mendatangi Al-Jami’ah. Hampir satu tahun dibiarkan begitu saja.
4. Jangan nanya skripsi saya sudah sampai mana, atau mau lulus kapan. Toh secara administrasi, Universitas sudah menyatakan saya lulus. Meskipun tanpa Ijazah. Masalah ini sedang saya urus, nanti akan dibantu pihak fakultas, dibantu Allah utamanya. Semoga cepat selesai, semoga saya cepat lulus.
5. Jangan bercanda “Ismi kan sudah lulus, tinggal ambil Ijazah”, karena masalah ini bukan bahan candaan bagi saya yang memasuki semester XI. Mengerjakan skripsi, dengan status mahasiswa gentayangan, kan bukan hal yang mudah. Pengen nangis, tapi kan kalau nangis nanti shaumnya batal😀.
6. Terimakasih dan maaf untuk seluruh pihak yang direpotkan. Saya juga gak mau ada kejadian ini, Saya mau menyalahkan apa dan siapa juga tidak bisa. Saya mau melakukan pembelaan atas kejadian “Salah nulis” juga tidak berguna. Ya sudah.
7. Semoga sistem Administrasi Universitas ini, semoga diri saya juga lebih baik. Aaamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s