The Power of ‘Udunan’

Tiba-tiba pengen nulis ini setelah sadar Mei kemarin gak nulis apa-apa. Ya emang beberapa bulan ke belakang gak nulis apa-apa sih.

Kangen anak-anak kelas yang katanya pada juara. Ciye, kata dosen-dosen sih gitu😀. Jadi mau cerita anak kelas yang super.

Kita, Mahasiswa Psikologi angkatan 2011 kelas B. Ada 32 Orang, yang belum lulus sisa 9 orang *skip. Selama 7 semester sekelas, kecuali pas mata kuliah pilihan. Kita punya kebiasaan unik, mungkin karena teman-teman saya pada shaleh-shalehah, fastabiqul khairat-nya gede banget. Selama 7 semester itu Alhamdulillah tidak pernah putus baca Al-qur’an tiap pagi bergiliran. Meskipun ya ada malesnya, sebulan, dua bulan gak baca al-qur’an kemudian digalakan lagi, males lagi, digalakan lagi. Tapi Alhamdulillah semua anak kelas pernah baca Al-qur’an bergiliran di depan kelas. Kita sudah baca al-qur’an di kelas sebelum hari ini kebiasaan tilawah di fakultas di gembar-gemborkan *eh sombong, maaf.

Dari semester awal kita memang punya kas kelas yang gunanya untuk … banyaklah~. Nah sampai semester 5 apa 6 ada inisiatif untuk menggalakan infaq setiap hari, seikhlasnya. Untuk apa? Awalnya kami tidak terpikir jika uang itu sudah terkumpul banyak akan digunakan untuk apa. Kalau dipikir-pikir sekarang, kok anak-anak di kelas saya percaya aja ngasih uang ikhlas gitu padahal gak tahu buat apa, haha.

Ceritanya, minggu berganti minggu. Bulan berganti bulan, dan tibalah bulan Ramadhan. Waktu itu tahun 2014 kalau gak salah. Setelah ngobrol ini itu, akhirnya kita tahu uang sekelas yang kita kumpulkan selama beberapa bulan itu cukup untuk Silaturahmi dan buka bersama di salah satu Rumah Yatim di Kota Bandung. Gak mewah sih, cukup untuk takzil, makanan berat, dan beberapa hadiah kecil yang kami berikan untuk anak-anak di sana.
Bungkusin kado sendiri, bikin takzil sendiri, kangen banget suasana gini.

Hari ini, 2 tahun berlalu. Dulu Saya pikir apa yang dilakukan kelas saya biasa aja. Tapi kok hari ini ngerasa keren banget ya. Gak nyangka aja uang yang kita sisihkan cuma 1000-2000  perak setiap hari, bisa digunakan untuk berbagi dengan 30-an anak yatim dan tidak mengeluarkan dana pribadi lagi. Dulu saya pikir kalau mau buat acara gini harus bikin proposal dulu, cari sponsor dulu, apalah dulu. Tapi enggak yah ternyata the power of ‘udunan’ itu emang keren banget. Mungkin anak kelas ngasihnya ikhlas jadi uang yang terkumpul itu berkah. Ah kangen orang-orang yang ngajakin berbuat kayak gini lagi. Sayang dokumentasinya ntah di mana, di siapa -,-.

Ah, kalian emang juara!
Garut, 6 Ramadhan 1437 H.

Kalian emang juara!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s