#NulisSkripsi: Trommsdorff dan Skema Kognitif-Motivasional (1983)

Sejak memutuskan orientasi masa depan (OMD) menjadi tema skripsi Saya. Sejak saat itu saya mengenal Trommsdorff, tepatnya Gisela Trommsdorff. Selama ini, ketika kita membahas OMD, orang-orang lebih mengenal Nurmi, daripada Trommsdorff. Padahal, di dalam jurnal-jurnal penelitian Nurmi sering menyertakan jurnal Trommsdorff sebagai referensi penelitian. Lama-lama capek juga nulis nama orang panjang gitu, kita singkat saja Gisela Trommsdorff menjadi Tromms.

Tromms menulis jurnal penelitian tentang OMD tahun 1983 lebih awal 6 tahun dari penelitian Nurmi. Btw, Nurmi baru melakukan penelitian OMD tahun 1989. Sebenarnya OMD telah diteliti berpuluh tahun yang lalu. Jika kalian pernah belajar tentang OMD, mungkin pernah mendengar nama Nuttin atau Wallace yang meneliti OMD sejak tahun 1950-an. Jadi sebenarnya, betul apa yang dikatakan pembimbing saya bahwa teori OMD memang teori usang, gak berkembang. Kenapa saya tertarik meneliti? Kejebak sih ini mah, ntar diceritain.

Nah, tidak atau sulit berkembangnya teori OMD, pernah Tromms tulis dalam jurnalnya tahun 1983. Tromms bilang gini “The problem for our further discussion will be that we have to deal with studies which are based on different operationalizations of future orientation, most of them only taking into account one single aspect of this complex phenomenon”.
Jadi kalau kita membicarakan OMD, bukan hanya tentang cita-cita kamu di masa depan apa? Tapi lebih dari itu. Itulah kenapa Tromms menyebutnya Fenomena yang kompleks. Bukan hanya tentang goals, hopes, wishes tapi juga tentang motivasi, pendidikan, lingkungan, antisipasi, ketakutan, kognisi, pola asuh, dll.Sok aja cek, penelitian kekinian tentang OMD, pasti hanya tentang salah satu faktor yang memengaruhi saja bukan berbagai macam faktor yang memengaruhi OMD. Padahal, lebih dari 30 tahun yang lalu Tromms sudah wanti-wanti, akan ada masa di mana yang meneliti OMD itu hanya berkeping-keping saja, tidak utuh. Termasuk penelitian Saya juga sih 😀

Padahal lagi, OMD tidak bisa dijelasken hanya dengan melihat satu aspek saja tetapi berbagai macam aspek internal maupun eksternal. Pasti yang skripsinya tentang OMD sering melihat tulisan bahwa Tromms mendeskripsikan OMD sebagai skema kognitif-motivasional yang kompleks. Jujur, dari awal saya gak ngeuh maksud Tromss dengan kognitif-motivasional itu apa. Bahkan ketika UP dulu pun tidak saya jelaskan lebih lanjut; ya emang gak ngerti sih, atau saya yang males baca 😀

Tromms dalam tulisannya Future Orientation and Socialization, menyebutkan beberapa komponen OMD; Hal pertama yang dituliskan Tromms adalah aspek kognitif. Pada awalnya tahun 1956, Wallace membatasi pengertian OMD hanya dari aspek kognitif yaitu sebagai suatu tindakan yang berkesinambungan dari waktu ke waktu untuk mencapai masa depan. Sedangkan, Kastenbaum (1961) dan Nuttin (1964) menjelaskan OMD sebagai antisipasi (Masa depan) dan lebih berfokus kepada aspek motivasi. Nah, pada tahun 1975, Tromms mengajukan aspek kognitif lain yang ada dalam OMD yaitu the judgment of internal versus external causality.

Tromms menyadari bahwa konsep yang ia ajukan mungkin berbeda dari konsep-konsep sebelumnya, di mana penelitian tentang OMD berfokus pada aspek kognitif saja atau pada aspek motivasional (eksternal) saja. OMD lebih sering dijelaskan sebagai suatu skema kognitif tentang perencanaan, penyusunan, realistik serta berkesinambungan untuk mengantisipasi masa depan. Hal-hl ersebut disusun menurut antisipasi kebutuhan masing-masing. Ketika tujuan seseorang telah ditetapkan, maka Antisipasi akan kebutuhan masing-masing tersebut dapat membentuk struktur kognitif yang sesuai dengan tujuan dan motif individu.
Berangkat dari pemikiran tersebut, maka munculah aspek evaluasi, afeksi (sikap) dan motivasi sebgai komponen OMD.

Tromms berpendapat bahwa, OMD bukan hanya tentang struktur kognitif semata tapi juga tentang goals, hopes, fears and wishes. Aspek motivasional dan afektif ini berhubungan erat dengan struktur kognitif secara kompleks, tergantung pada situasi yang dihadapi individu. Pada awalnya pendekatan konsep Motivasional ini dicetuskan oleh Nuttin, 1964. Ia berpendapat OMD merupakan pusat seluruh motivasi perilaku individu. Motif manusia dapat mengarahkan pada tujuan jangka pendek atau jangka panjang. Mungkin hal ini nanti saya baca lagi di Psikologi Umum yang dipelajari di semester I, tentang proses-proses terjadinya perilaku, dari motif sampai sikap lalu muncul perilaku, aigoo -,-.

Pada intinya, dalam jurnal ini Tromms mejelaskan kepada kita bahwa OMD adalah Konstruk kognitif-motivational yang multidimensi. Skema kognitif pada masing-masing individu berbeda tergantung pada pertimbangan atau kemungkinan yng akan terjadi. Begitupun juga dengan aspek motivasional berbeda-beda tergantung pada apakah individu tersebut mempunyai tujuan yang spesifik dan atau kualitas motif yang berpengaruh terhadap pandangan akan masa depan.

Terakhir, balik ke pertanyaan sekaligus pernyataan awal tentang Teorinya sudah lama ya? Gak berkembang? Iya, memang, atau mungkin saya yang kurang referensi. Dan ya, memang saya akui, dari penjelasan di atas seharusnya ketika meneliti OMD tidak cukup hanya dengan meneliti satu variabel atau faktor saja. Tetapi harus dilihat dari berbagai macam faktor yang memengaruhi. Itulah kenapa Tromms menyebutnya skema kognitif-motivasional yang kompleks, karena memang melibatkan internal juga eksternal dan juga berbagai faktor yang sangattttt banyak.

Sampai di sini, saya harap apa yang dimengerti saya tentang skema kognitif-motivasional yang kompleks, sama juga dengan apa yang dimengerti pembimbing tentang hal ini.

Baca Lebih lanjut:
Trommsdorf. G (1983) Future Orientation and Socialization, International Jornal of Psychology, 18:1-4, 381 -406. DOI 10.1080/00207598308247489

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s