Kamu, Masih Nulis?

10903212_760343267381092_213148969_n

#Stasiun

#Kursi-Panjang

Kamu masih nulis?

Masih.

Dimana?

Di komputerku.

Maksudnya, di media mana? Cetak? Online?

*tersenyum*

Kenapa kamu tersenyum?

Tidak di media mana-mana.

Jadi?

Disimpan dalam folder komputer.

Untuk apa?

*menghela nafas*

Mau dijadikan buku ya?

*menganggukan kepala*

Apa? Novel? Karya ilmiah?

Ntahlah.

Boleh aku lihat tulisanmu?

Jangan.

Hmm…

Kamu, masih nulis?

Masih. abal-abal🙂.

Dimana?

Di blog.

Gak nyoba media lain?

Misal?

Koran kek, majalah gitu..

Enggak ah.

Kenapa?

Banyak aturan. Harus ini, harus itu.

Menuliskan memang seperti itu.

Beda konsep kali.

Maksudnya?

Menulis itu pelampiasan emosi.

Lalu?

Jika dengan banyak aturan malah nambah-nambah emosi. nulis bukan pelampiasan dong?😀

*tertawa*

Kenapa kamu berhenti?

Berhenti apa?

Berhenti nulis di media online.

Nuliskan gak harus online.

Terus darimana orang tahu kamu suka nulis.

Dari buku aku – kelak. Kamu masih nulis?

Sudah aku bilang, masih.

Nulis tentang aku?

*tertawa*

Kenapa tertawa?

Enggak.

Hmm.

Kamu nulis apa?

Cerita.

Dongeng maksudnya?

Kenapa kamu menyangka dongeng?

Dongeng kan berakhir bahagia.

Haha, terlalu banyak nonton sinetron.

Jadi, kamu nulis cerita apa?

Kisah nyata.

Tentang?

*diam*

Tentang apa? udah tamat?

Belum, lembaran kosongnya masih banyak.

Memang cerita tentang apa?

pokoknya cerita. Kamu masih nulis puisi?

Hah? Sejak kapan aku nulis puisi?

Bukannya yang ada di blog kamu puisi?

Bukan.

Ohh.

Yang jago bikin puisi kan kamu.

Kamu mau aku buatin puisi?

Enggak.

Kenapa?

Sok romantis banget kamu, haha…

Gak romantis kamu.

Kapan ya kita nulis bareng lagi?

Iya. kapan ya?

Kamunya sibuk terus.

Kamu juga.

*Senyum*

Kapan kamu balik ke sini?

Ntahlah.

*Kereta datang*

Tuh kereta datang.

Iya.

Pergi sekarang?

Iya.

eh jadi novel kamu tentang apaan?

Tentang kita.

*Hujan*

Aku berangkat. Assalamu’alaikum.

Wa’alaikum salam.

*Kereta pergi*

Aku yang pernah engkau kau kuatkanAku yang pernah kau bangkitkan

Aku yang pernah kau beri rasa

Saat ku terjaga hingga ku

terlelap nanti

selama itu aku akan mengingatmu

Kapan lagi kutulis untukmu tulisan-tulisan indahku yang dulu

pernah warnai dunia

Puisi terindahku hanya untukmu

Mungkinkah kau kan kembali lagi

Menemaniku menulis lagi

Kita arungi bersama

Puisi terindahku hanya untukmu

Pernah menulis ini 2013 silam. Ketika belum pernah naik kereta, sampai saat ini -masih- belum pernah naik kereta. Pertanyaan yang sama, kamu masih menulis? Tentang aku?

2 thoughts on “Kamu, Masih Nulis?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s