Perahu Kertas

“Kugy dan Keenan akhirnya tahu bahwa hati, selamanya tak bisa dibohongi”.

Kalimat di atas adalah kesimpulan saya setelah membaca tamat novel Perahu Kertas.

Setahun lalu, ketika masa saya transisi dari Aliyah dan akan kuliah saya mengisi waktu dengan mendownload beberapa Ebook. Dan Perahu Kertas adalah salah satu Ebook ilegal yang saya download.

Perahu Kertas, bercerita tentang Kugy yang bertemu dengan Keenan pada masa awal kuliah. Mereka berdua kuliah di universitas yang sama di kota Bandung. Sementara Kugy kuliah di jurusan yang dia inginkan (saya lupa Kugy kuliah jurusan apa, pokoknya berhubungan dengan dunia kepenulisan) tapi Keenan sebaliknya, dia kuliah jurusan Ekonomi sesuai kehendak orang tuanya. Padahal bakat Keenan adalah melukis.

Kugy dan Keenan hanya bersahabat, tidak lebih. Mungkin mereka gengsi, mungkin mereka hanya perhatian dalam diam. Ntahlah…

Singkat cerita, Keenan kabur ke Bali meninggalkan kuliahnya juga meninggalkan Kugy. Bukan tanpa alasan, Keenan hanya sudah muak kuliah. Dia ke Bali untuk mengasah hobinya, melukis.

Seiring waktu Kugy berhasil lulus kuliah. Keenan berhasil memantapkan lukisannya.
Waktu memang tak pernah bisa melenyapkan perasaan begitu saja, jarak memang tidak bisa menghilangkan cinta begitu saja.

Kugy kembali ke Jakarta, bersamaan dengan kembalinya Keenan dari Bali. Di Jakarta, Keenan dan Kugy bertemu kembali. Sahabat, ya mereka hanya mengagumi dalam diam saja, menyukai dalam hati saja. Hanya persahabatan, tidak lebih.

Mereka bertemu layaknya sahabat, berbincang layaknya sahabat. Yang saya ingat dari adegan di novel ini adalah ketika Kugy dan Keenan merayakan pertemuan kembali mereka dengan jalan-jalan ke Pantai Ranca Buaya – Garut (waw, Dee ‘nyunda’ banget :)).

Setelah pertemuan di Jakarta itu, Keenan kembali menghilang tanpa memberi tahu Kugy. Keenan kembali ke Bali di Bali Keenan bertemu dengan Luhde seorang gadis Bali. Ntah bisa dijelaskan dengan apa hubungan mereka, sahabat lebih, pacaran pun Keenan tak pernah mengakui.

Di Jakarta, Kugy menemukan Remi. Sosok yang akhirnya menjadi tunangannya.

Dan kejutan, ternyata Remi adalah penggemar lukisan-lukisan Keenan.

Cerita pun terpotong sampai disana, karena ternyata ebook yang saya download hanya sampai disana. Sampai akhirnya beberapa bulan lalu saya berhasil menemukan novel ini di Pusda Jabar.

Dan ternyata akhirnya adalah, Luhde tahu kalau rasa sayang Keenan pada dia hanyalah sayang kakak pada adik. Akhirnya Remi mengetahui bahwa Kugy masih mencintai Keenan dalam diam. Di akhir novel Remi berkata “Gy, mungkin kamu sudah menemukan seseorang yang mencintai kamu setulus hati. Tapi aku, belum Gy…”

Remi akhirnya melepaskan Kugy. Dan akhirnya apa yang terjadi dengan hubungan Kugy dan Keenan yang tergantung bertahun-tahun? You know lah… Happy ending :D

Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri

Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta) yang lama ku pendam sendiri, berdua ku bisa percaya Ku bahagia kau telah terlahir di dunia

Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku, cintaku padamu Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu oh bahagia kau telah terlahir di dunia Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Novel ini memberitahu saya tentang makna jodoh, tentang makna mencintai, memiliki, dan kesabaran. Ternyata benar ya apa yang pernah saya tulis tentang Psycholo(ve)gy, bahwa cinta itu harus di atur tidak menggebu di awal, harus penuh kesabaran, biar cintanya terjaga. Seperti Kugy dan Keenan yang tidak menggebu, biar waktu yang menjawab.

Novel ini juga memberi tahu saya tentang makna takdir.
“Takdir itu seperti engkau mengelilingi gang sempit, kemana pun kau pergi ke tempat semula juga kau akan kembali”.

Garut, 29 Juli 2012

About these ads

2 thoughts on “Perahu Kertas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s